Jadi Timses Prabowo, Mantan Menteri Kabinet Jokowi Ini Usulkan Soal DPT

JAKARTA, NNC – Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional yang menjabat dari 27 Oktober 2014 hingga 27 Juli 2016 pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, Ferry Mursyidan Baldan menanggapi isu 25 juta calon pemilih tetap yang terdapat di dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Hal itu menyusul KPU telah menetapkan sebanyak 137 juta Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang telah dirapatplenokan bersama parpol peserta pemilu 2019 pada Rabu (5/9/2018) lalu di Gedung KPU Jl. Imam Bonjol Jakarta.

Menurut Ferry yang kini masuk dalam tim sukses bakal calon presiden Prabowo-Sandi itu, bahwa isu 25 juta pemilih ganda tersebut harus disikapi secara tegas dan jelas oleh lembaga penyelenggara pemilu 2019 mendatang.

Karena itu, sebagai tim sukses Prabowo-Sandi, dirinya mengusulkan berapa hal kepada KPU tentang DPT.

“Pertama, lakukan proses konfirmasi dan ricek Data yang disampaikan Oleh peserta Pemilu terhadap DPT yang sudah ditetapkan secara bersama dengan Peserta Pemulu. Dengan perangkat IT yang ada akan mudah hal itu dilakukan,” kata Ferry.

Kedua, jika terjadi koreksi, maka seketika dilakukan pembetulan thd DPT. Bahwa, proses ini dilakukan sampai batas waktu yg disepakati, untuk memberi  ruang bagi KPU dlm pengadaan logistik.

“Ketiga, perlu dikeluarkan PKPU tindakan atau langkah yang Harus dilakukan jika jelang Hari H Pemilu masih ditemukan kemungkinan Pemilih ganda atau fiktif, misal dengan mencoretnya dari DPT di Tingkat KPPS. Proses pencitraan ini Perlu ditetapkan sesuai dengan kesepakatan antara KPU dg Peserta Pemilu, misal sampai 14 atau 10 Hari sebelum Hari H. Dan logistik (surat suara) yang sdh tercetak dimusnahkan di tingkat PPK,” imbuh politisi Partai Golkar itu.

“Jadi, sebagai langkah antisipasi, hal ini penting untuk dilakukan, Karena sejatinya Pemilu adalah Simbol Peradaban Bangsa Indonesia, dan kita sebagai Peserta Pemilu ingin membantu KPU untuk memyelenggarakan Pemilu secara bersih, benar dan berkualitas,” kata pria kelahiran Jakarta, 16 Juni 1961 itu.

Berita Terbaru