Kementerian ATR/BPN Terus Berikan Kemudahan Sertifikasi Tanah kepada Petani

JAKARTA – Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) / Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Ferry Mursyidan Baldan mengatakan bahwa Kementerian ATR/BPN terus berupaya memberikan kemudahan dalam sertifikasi tanah kepada Petani. Hal tersebut disampaikan Menteri ATR/Kepala BPN pada saat menjadi pembicara pada dialog yang bertema “Inovasi Rantai Nilai Sektor Agro dalam Mendukung Implementasi Financial Inclusion untuk Petani” di Balai Kartini, Jakarta (23/05).

Terkait pendaftaran tanah pertama kali, saat ini sudah tidak menggunakan Surat Keterangan Tanah (SKT) yang dikeluarkan oleh Lurah atau Kepala Desa. Kementerian ATR/BPN sudah menyediakan form dan surat pernyataan. “ Jika surat dari Kelurahan tidak keluar, cukup surat pernyataan dari yang bersangkutan.” Jelas Ferry.

Selain itu saat ini pihaknya juga sudah mengeluarkan Peraturan Menteri No. 18 Tahun 2016 tentang  Pengendalian Penguasaan Tanah Pertanian. Pada Permen tersebut disebutkan bahwa jika terdapat masyarakat yang memiliki tanah pertanian akan tetapi lokasi tanahnya berbeda kecamatan dengan tempat tinggalnya maka masyarakat tersebut dilarang memiliki tanah pertanian tersebut, dan jika ia memanipulasi dan tidak beraktivitas dengan tanah pertaniannya, maka enam bulan akan dibatalkan haknya. “Ini adalah bentuk upaya kami untuk menjaga lahan pertanian tetap terlindungi, dan kepemilikannya tetap terlindungi,” tegas Ferry.

Lebih lanjut terkait Reforma Agraria Ferry menegaskan bahwa sertifikat lahan hasil Reforma Agraria tidak dapat dialihkan atau diperjualbelikan selama minimal 10 tahun dan setelah itu hanya bisa dijual kepada sesama warga yang menjadi peserta program ini dan calon pembeli juga harus memastikan bahwa lahan tetap digunakan untuk pertanian atau bercocok tanam.

Seperti kita ketahui sebelumnya awal Februari lalu Kementerian ATR/BPN telah menyerahkan lahan seluas 75,56 hektar kepada 425 kepala keluarga petani di Desa Tumbrep Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Pertengahan April, program Reforma Agraria menyerahkan lahan seluas 383 hektar kepada 1.000 petani Badega, Garut, Jawa Barat. Awal Mei juga sudah diserahkan 1.086 hektar kepada 5.100 Petani di Kuningan dan 415 hektar kepada 1.910 petani di Cianjur, Jawa Barat.

Sumber : http://www.bpn.go.id/Berita/Siaran-Pers/kementerian-atrbpn-terus-berikan-kemudahan-sertifikasi-tanah-kepada-petani-63052

Berita Terbaru