Kementerian ATR/BPN Dorong Percepatan Pengadaan Tanah

Bali – Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan pertanahan Nasional (ATR/BPN) mendorong percepatan proses pengadaan tanah untuk pembangunan menyangkut kepentingan umum.

Menteri ATR / Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan mengatakan selain Undang – Undang Nomor 2 Tahun 2012 sekurangnya telah dikeluarkan 11 peraturan untuk mendukung pelaksanaan Undang – Undang tersebut. “Berbagai Peraturan Presiden dan Peraturan Menteri dikeluarkan untuk mempermudah proses pengadaan tanah,” ujarnya saat membuka Lokakarya Pengadaan Tanah Regional II di Grand Inna Kuta, Bali, Rabu (25/5).

Lokakarya berlangsung selama 25-27 Mei, dihadiri oleh jajaran ATR/BPN terkait dengan Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dari kawasan Regional II yakni Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Ferry menegaskan kegiatan Pengadaan tanah harus dapat mewujudkan keadilan bagi pihak yang berhak serta menegakkan kedaulatan pemerintah dalam pembangunan untuk kepentingan umum. “Kita harus bisa melihat dimensi kebutuhan. Apa yang dibangun sekarang belum tentu dibutuhkan sekarang, tapi kita harus bisa melihat pembangunan ini untuk 15-20 tahun mendatang,” jelasnya.

Pengadaan tanah merupakan kewajiban Pemerintah untuk mewujudkan ketersediaan tanah untuk berbagai pembangunan bagi kepentingan umum. Berbagai prinsip dasar yang harus dilaksanakan antara lain demokratis, adil, transparan, menjunjung Hak Asasi Musyawarah, serta memberi manfaat dan mengedepankan asas musyawarah. Fakta di lapangan memperlihatkan bahwa sebagian besar tanah yang dibutuhkan untuk pembangunan telah dikuasai atau dimiliki oleh badan hukum baik privat maupun publik. Karena itu pemerintah mengeluarkan sejumlah peraturan guna menghindari penolakan dari masyarakat sehingga terhambatnya pembangunan.

Sumber : http://www.bpn.go.id/Berita/Siaran-Pers/kementerian-atrbpn-dorong-percepatan-pengadaan-tanah-63068

Berita Terbaru